Kurs mata uang
Jepang, Yen, yang makin meningkat
membuat resah pabrikan otomotif.
Kurs Yen yang meningkat akan
membuat harga mobil jadi lebih
tinggi. Untuk itu, Infiniti pun sudah
berencana akan segera keluar dari
Jepang.
Infiniti menurut CEO Nissan Carlos
Ghosn yang menjadi induknya
mengatakan akan segera
mengalihkan produksi Infiniti keluar
Jepang. "Jika Anda mengikuti logika
kami, kita harus membuat mobil
dimana kita menjualnya," katanya.
Seperti diketahui, Infiniti mengimpor
hampir seluruh model yang mereka
miliki dari Jepang. Perlahan namun
pasti, tingkat produksi di Jepang akan
dialihkan. Baru-baru ini saja Infiniti
sudah mulai memproduksi crossover
JX35 baru di pabrik perakitan Nissan
di Tennessee, Amerika Serikat.
Ghosn mengatakan bahwa Amerika
Utara dan China sedang
dipertimbangkan sebagai lokasi
tempat produksi Infiniti tambahan. Di
wilayah lain, kebetulan Nissan juga
sudah berencana mengucurkan dana
besar untuk membangun pabrik di
Meksiko tapi belum menyatakan
produk apa yang akan dihasilkan
sana.
"Infiniti tidak dijual di Jepang. Jadi ini
merupakan kasus yang menarik di
mana Anda memiliki sebagian besar
sumber di Jepang, tapi tidak ada
penjualan di Jepang. Dan hari ini,
memiliki sumber di Jepang dengan
yen yang jelas bukan sistem yang
tepat. Jadi kita akan menggerakkan
Infiniti keluar dari Jepang untuk
memberikan daya saing," tandasnya.
Tahun lalu saja penjualan Infiniti di
China naik 61 persen yang membuat
pabrikan itu mengumumkan akan
memindahkan markas operasional
global Infiniti dari Jepang ke Hong
Kong.
"Kami melihat apa yang orang
Jerman lakukan. Orang Jerman yang
mendiversifikasi basis mereka dan
mereka memproduksi dimana-
mana," tandasnya.

Wkwkwk iyaa keren" mobil nya :d :p
BalasHapuspig--"
BalasHapusWkakakakakakakakakakk:p kira" ini siapa?=)) wkkakakakakak
Hapus